SENI MENGAJAR DI KELAS RENDAH
Oleh : Ajeng Kania, (BKW No. 228, bulan Nopember 2007, hal 91-93)
Posisi guru kelas di kelas rendah (baca : kelas 1 Sekolah Dasar), bukanlah sebuah posisi menarik di kalangan sebagian guru. Ada stigma yang melekat pada benak sebagian kalangan guru, bahwa mengajar di kelas rendah ‘mantak tebese atau stress”. Hal itu beralasan karena guru kelas perlu membangun sebuah sistem belajar baru, di mana anak baru lepas dari masa bermain (pra sekolah) dengan tingkat ‘perbedaan individual’ sangat tinggi.
Tak bisa dipungkiri bahwa guru kelas memiliki waktu esktra di samping guru kelas 6. Bedanya, guru kelas 6 di akhir tahun pelajaran dan guru kelas rendah menyongsong tahun ajaran baru. Di kala pendaftaran murid baru (PMB), guru kelas rendah berada di barisan terdepan menyeleksi penerimaan calon murid. Tugas berikutnya mengisi data (entry-data), mengolah dan menyusun data (processing data), tentunya menyajikan laporan rekapitulasi data murid baru. Pengisian bio-data pada buku rapor, buku klapper dan buku induk murid juga menjadi tanggung jawab guru kelas rendah. Dengan pengolahan data manual, guru kelas pun dituntut tampil sebagai ‘akuntan’ mengurusi keuangan murid baru, karena di Sekolah Dasar tak mengenal istilah bagian tata usaha.
pemahaman karakter dan perlunya kompetensi guru,
Pemahaman terhadap tingkat kesamaan dan keragaman murid baru merupakan tantangan yang memerlukan strategi dan seni tersendiri mengakomodir keragaman antar murid tersebut untuk mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran. Proses pendidikan secara klasikal, sesungguhnya dibangun di atas asumsi mengenai adanya kesamaan. Namun perlakuan klasikal ini tidak boleh mengabaikan realita bahwa murid mempunyai karakteristik yang berbeda yang harus diperhatikan pendidik.
Keadaan psikologis murid kelas rendah, sesuai pendapat ahli, Elizabeth B. Hurlock, dalam buku Child Development-nya bahwa anak usia antara 5-7 tahun dalam tahap mengontrol lingkungannya untuk belajar menyesuaikan diri. Fase anak lebih banyak meniru apa yang dikerjakan orang tua dan orang dewasa sekitarnya. Pola asuh keluarga dan ke-ego-an si anak yang masih muncul ketika berhadapan dengan lingkungan berbeda.
Pemahaman karakteristik pribadi dapat digolongkan berupa: umur, jenis kelamin, pengalaman pra sekolah dan kemampuan sosial-ekonomi orang tua. Murid yang umurnya lebih tua akan memiliki kesiapan belajar yang lebih tinggi dari yang muda. Perbedaan pada murid yang pernah mengenyam pendidikan pra-sekolah (TK atau TPA) dengan yang tidak, akan mempengaruhi kemampuan belajarnya di SD.
Sementara karakteristik psikologis terdiri atas: tingkat kecerdasan, kreativitas, bakat dan minat serta motivasi dan sikap belajar. Dalam kegiatan belajar sehari-hari, tingkat kecerdasan murid dapat diamati dari kemampuan belajarnya, yaitu cepat, tepat dan akurat. Ada murid yang dengan sekejap menangkap materi, adapula yang susah payah. Kreativitas murid di SD berbeda-beda, anak yang cerdas biasanya memiliki kreativitas yang tinggi pula, meskipun ada juga anak kecerdasannya biasa-biasa saja tetapi memiliki kecerdasan yang tinggi.
Guru dituntut memelihara kondisi belajar yang optimal yaitu menciptakan suasana pengajaran yang serasi dan menyenangkan. Pemahaman aspek-aspek di atas adalah memudahkan guru dalam memilih model dan bentuk penyampaian materi yang efektif kepada murid. Idealnya, untuk kelas rendah selain seorang guru kelas juga dibutuhkan seorang pendamping. Guru kelas memberikan materi pelajaran secara klasikal, sementara arahan secara individual dilakukan oleh pendamping. Seni pengelolaan kelas semacam ini lebih efektif di kelas rendah, terkait erat hubungannya dengan penyediaan kondisi bagi murid untuk belajar kondusif.
Untuk dapat menyampaikan materi pembelajaran, guru dapat memilih strategi belajar (metode dan teknik) yang paling tepat diterapkan kepada murid. Seni (variasi) penyajian, baik gaya guru mengajar (seperti mengatur tempo suara, pemusatan perhatian, gerakan badan atau mimik) atau memilih variasi penggunaan media dan alat peraga yang menarik dan mudah dipahami, akan lebih cepat tercapainya tujuan dan sasaran materi pembelajaran.
Kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) di kelas rendah adalah kemampuan dasar yang mesti segera dikuasai murid. Beberapa poin merupakan seni mengajar layak jadi pertimbangan: (1) setiap materi diterangkan dengan jelas, tegas, dan sistematis bisa diulang beberapa kali; (2) pembuatan alat peraga yang menarik dan mudah dicerna murid; (3) rutin memberikan pekerjaan rumah, meskipun sedikit akan melatih murid belajar lebih banyak di rumah. (4) untuk kemampuan membaca, menyediakan waktu beberapa menit sebelum masuk atau setelah keluar, secara individual bagi murid yang kurang (bukan persepsi privat/les). (5) pemberian motivasi, berupa penilaian, ucapan, dan penguatan lainnya kepada murid. (6) memberikan sentuhan positif, perhatian dan kasih sayang kepada murid.
Implementasi pembelajaran tematik yang diterapkan terhadap murid kelas rendah saat ini menuntut guru untuk lebih proaktif dan kreatif. Pola pembelajaran yang menyajikan tema tertentu, kemudian disampaikan kepada murid untuk beberapa bidang studi sekaligus. Hal inilah tentunya menuntut guru memiliki wawasan pengetahuan yang luas. Konsekuensi lainnya, guru dituntut aktif mencari sumber informasi sebagai kelengkapan bahan pembelajaran baik dari media-massa maupun media elektronik.
Tugas guru kelas rendah sebagai administrator, akan menjadi ringan bila dilakukan komputerisasi pekerjaan manual selama ini. Untuk itu kompetensi keterampilan yang satu ini menjadi penting dalam memudahkan tugas-tugas berkaitan dengan pengolahan data, hitung-berhitung dan administrasi murid baru semakin cepat.
Dengan pemahaman terhadap karakteristik murid yang beragam disertai peningkatan kompetensi keilmuan dan keterampilan, membuat guru kelas rendah mempunyai kesempatan menerapkan seni mengajar efektif selaras dengan minat siswa. Dengan seni mengajar yang kreatif dan inovatif ini mampu mengubah stigma buruk tentang mengajar di kelas rendah dari yang tidak diminati menjadi sesuatu hal yang menyenangkan.****
Penulis, Guru Kelas 1 di SDN Taruna Karya 4 Kec. Cibiru Kota Bandung
Selasa, 05 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar